City Ville Hack Tool Download Now Latest !!! 2011
Selasa, 25 Oktober 2011
Sabtu, 29 Januari 2011
"Pengorbananku"
Beribu cinta datang padaku, beribu penolakan kuberikan
Beribu harapanku padamu, namun belum jua tersapa salamku padamu
Belum berpihak jua cintamu padaku
Samudra mana yang tak pernah kusebrangi ?
Gunung mana yang tak pernah kudaki ?
Langit mana yang tak pernah kutatapi ?
Dan daratan mana yang tak pernah kujejaki ?
Hanya demi melihat senyummu, hanya demi mendengar suaramu
Dan hanya demi merasakan keberadaanmu
Jawablah wahai Pujaanku . . .
Seberapa dalam lagi ku harus terjatuh ?,
Seberapa tinggi lagi ku harus melompat ?,
Seberapa jauh lagi ku harus berlari ?
Dan seberapa cahaya lagi ku harus terangi kegelapan ini ?
Jawablah wahai Pujaanku . . .
Seberapa jauh lagi pengorbananku ?
Sampai kapan aku harus menunggumu ?
Tahukah kau waktu trus berputar ?
Beribu harapanku padamu, namun belum jua tersapa salamku padamu
Belum berpihak jua cintamu padaku
Samudra mana yang tak pernah kusebrangi ?
Gunung mana yang tak pernah kudaki ?
Langit mana yang tak pernah kutatapi ?
Dan daratan mana yang tak pernah kujejaki ?
Hanya demi melihat senyummu, hanya demi mendengar suaramu
Dan hanya demi merasakan keberadaanmu
Jawablah wahai Pujaanku . . .
Seberapa dalam lagi ku harus terjatuh ?,
Seberapa tinggi lagi ku harus melompat ?,
Seberapa jauh lagi ku harus berlari ?
Dan seberapa cahaya lagi ku harus terangi kegelapan ini ?
Jawablah wahai Pujaanku . . .
Seberapa jauh lagi pengorbananku ?
Sampai kapan aku harus menunggumu ?
Tahukah kau waktu trus berputar ?
Berjalan Di Jalan Merdeka
Berjalan di jalan merdeka
Terlihat ribuan kereta kencana
Tertatar rapi di sarangnya.
Membentuk suatu tombak kontawijaya.
Berjalan di jalan merdeka
Terdengar kaki serdadu belanda
Mengikuti keluarnya kereta kencana.
Alarm pribumi mengelus dada
Berjalan di jalan merdeka
Terlihat sang tuan kuasa.
Berdiskusi dengan antek-anteknya.
Merumuskan suatu tanam paksa
Berjalan di jalan merdeka
Tercium aroma bau palawajia
Bersatu dengan aroma dupa
Membentu salah satu kurawa
Berjalan di jalan merdeka.
Serasa di zaman belanda
Terlihat ribuan kereta kencana
Tertatar rapi di sarangnya.
Membentuk suatu tombak kontawijaya.
Berjalan di jalan merdeka
Terdengar kaki serdadu belanda
Mengikuti keluarnya kereta kencana.
Alarm pribumi mengelus dada
Berjalan di jalan merdeka
Terlihat sang tuan kuasa.
Berdiskusi dengan antek-anteknya.
Merumuskan suatu tanam paksa
Berjalan di jalan merdeka
Tercium aroma bau palawajia
Bersatu dengan aroma dupa
Membentu salah satu kurawa
Berjalan di jalan merdeka.
Serasa di zaman belanda
Langganan:
Komentar (Atom)